Menjadi sangat peka dan sensitif terhadap perilaku anak adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki orang tua. Terkadang orang tua merasa bahwa anak tidak stres karena orang tua merasa sudah mencukupi kebutuhannya.

Padahal, stresor atau sumber stres anak itu bisa datang dari mana saja dan menyerang kapan saja. Ketika anak tidak mampu mengatasa atau menghadapinya, anak sangat mungkin terjadi tertekan dan terbebani.

Lalu kenapa anak tidak bilang? Pada anak balita tentu belum bisa ungkapkan karena keterbatasan akan komunikasinya. Sehingga lebih banyak muncul dalam perilaku. Sementara anak yang lebih besar atau remaja, lebih sering menyimpan beban psikisnya karena takut dihakimi dan disalahkan.

Atau, mereka merasa tidak memiliki kedekatan dengan orang tuanya. Alih-alih mengatakan pada orang tua, anak memilih untuk tidak berbagi perasaan dan masalahnya. Sehingga berpotensi mengalami gangguan psikis yang lebih berat dan bahkan bisa berbahaya bagi anak.

Karena itu, menjadi sangat penting bagi orang tua untuk mengenali tanda stres apa yang mungkin ditunjukkan oleh anak, sehingga segera bisa diberikan bantuan.

Berikut ini 8 tanda yang bisa jadi petunjuknya ala Ayank Irma sebagai psikolog:

  • Kehilangan nafsu makan, sehingga cenderung selera makan berkurang atau makan secara berlebihan seperti biasanya.
  • Pola tidur anak terganggu di malam hari, dengan frekuensi gelisah dan mimpi buruk yang meningkat.
  • Menunjukkan peningkatan kemarahan yang intens, mungkin bisa juga mengarah pada tindak agresif secara lisan atau fisik pada sebayanya atau orang dewasa.
  • Menunjukkan perilaku menarik diri secara sosial atau enggan berpartisipasi aktif pada aktivitas yang biasanya anak ikuti.
  • Konsentrasi dan perhatiannya menurun, sering melamun saat mengerjakan tugas dan rutinitas harian yang biasa dikerjakan.
  • Menunjukkan kemampuan yang lebih rendah atau menoleransi frustrasi, dan seringkali menunjukkan perilaku atau emosi negatif lainnya.
  • Kemunduran perilaku untuk kembali melakukan hal-hal sebenarnya yang sudah bisa anak lakukan sendiri tetapi menjadi tergantung kepada orang lain. Atau pada anak kecil, misalnya kembali menghisap jempol.
  • Mengeluh adanya bagian tubuh yang sakit atau tidak nyaman, seperti sakit perut, sakit kepala atau rasa tidak nyaman secara fisik dibagian tubuh lainnya.

Orang tua bisa melakukan beberapa hal untuk membantu anak, antara lain bantu anak merasa aman, dicintai, dan diperhatikan. Dengarkan cerita atau permasalahan anak tanpa menghakimi dan menenangkannya.

Orang tua harus bisa ajarkan anak keterampilan mengatasi stres, misalnya menarik dan mengatur nafas agar tenang. Lalu arahkan anak untuk mendapatkan emosi pisitif dengan aktivitas yang menyenangkan, dan konsultasi dengan dokter atau psikolog. (Hendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *