Jangan Selalu Ingin Menjadi Nomor Satu, Jadilah Satu-satunya DR. H. Muhammad Dimyati, M.M

https://jendelapuspita.com/JENDELAPUSPITA – Menjadi yang nomor satu merupakan dambaan setiap orang, khususnya para orang tua. Mengapa? Mungkin itu merupakan kebanggaan, gengsi, dan harga diri untuk si orang tua. Ya, seringkali orang tua menginginkan anaknya menjadi nomor satu, lalu sang anak di haruskan mengikuti berbagai macam les, yang mungkin saja si anak tidak menyukainya.

Hingga akhirnya hasil yang di dapat tidak maksimal dan sang anak tidak menjadi si nomor satu. Orang tua akan kecewa, demikian juga si anak. Keinginan menjadi nomor satu yang bukan atas kemauan diri sendiri akan lebih banyak menghasilkan rasa kecewa yang timbul.

Untuk menjadi yang nomor satu memang harus datang dari niat dalam hati sehingga akan menimbulkan motivasi dalam diri. Dengan adanya motivasi, maka setiap hal yang di lakukan akan berjalan lancar tanpa adanya paksaan.

Yang harus di ingat sebenarnya bukan tujuan menjadi nomor satu tetapi proses untuk menjadi nomor satu, itu yang lebih penting. Di dalam proses menjadi nomor satu akan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan yang bisa kita dapatkan.

Sebaliknya, kalau menjadi nomor satu dengan jalan pintas atau paksaan dari orang lain, tidak akan ada hal yang dapat di pelajari, bahkan mungkin hanya kekecewaan yang didapatkan.

Itulah yang sekarang ini banyak terjadi. Banyak orang ingin menjadi nomor satu, tetapi menggunakan jalan pintas. Mereka muncul tidak melalui proses.

Mereka menghalalkan segala cara. Dorongan dari orang tua untuk menjadi nomor satu dengan jalan pintas akan merusak kehidupan masa depan si anak itu sendiri.

Menjadi yang nomor satu memang membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Perjuangan itu butuh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran.

Bukan hanya itu saja, ternyata menjadi yang nomor satu itu membutuhkan kompetensi dalam bidang yang akan di tuju. Menjadi yang nomor satu membutuhkan tekad yang kuat dan kesabaran yang prima.

Berjuang untuk menjadi yang nomor satu, tidak selalu berhasil. Oleh karena itu, di butuhkan doa, usaha, kerja keras, dan juga memiliki rasa sabar dan ikhlas yang tinggi, terutama saat menerima kekalahan.

Kesabaran dan keikhlasan sangat di butuhkan agar jangan sampai terjadi stress ketika gagal dalam meraih perjuangan menjadi yang nomor satu itu. Oleh karena itu jadilah yang satu-satunya saja.

Menjadi yang satu-satunya adalah kiat menghindari stres ketika gagal dalam meraih perjuangan menjadi yang nomor satu. Menjadi satu-satunya menempatkan diri kita pada level sesuai kemampuan kita. Di sanalah akan muncul dorongan untuk meningkatkan kompetensi diri. Satu-satunya merupakan istilah bahwa di level yang sama, kita akan tetap menjadi yang utama.

Jangan Selalu Ingin Menjadi Nomor Satu, Jadilah Satu-satunya DR. H. Muhammad Dimyati, M.M

DR. H. Muhammad Dimyati, M.M., pria kelahiran Tegal, 12 Juli 1963. Pernah menjadi guru Fisika di SMPN 252 Jakarta dan Kepala Sekolah 4 SMP Negeri di Jakarta. Sekarang bertugas sebagai pengawas SMP di Jakarta Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *