Perpustakaan PTB Kemenpora RI Gelar Bincang Literasi: Inovasi Pemuda dalam Meningkatkan Minat Baca

JENDELAPUSPITA – Perpustakaan Pungkas Tri Baruno (PTB) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI kembali menggelar acara Bincang Literasi pada Selasa pagi, 9 Juli 2024. Bertempat di Media Center Kemenpora RI, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3 Senayan. Acara kali ini mengusung tema “Perpustakaan: Ruang Percepatan Inovasi Pemuda.”

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Staf Khusus Menpora Bidang Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga, Hasintya Saraswati. Serta Hardika Dwi Hermawan, Kabag Pengelolaan dan Layanan Digital Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Dalam pemaparannya, Stafsus Hasintya menyoroti perubahan kebiasaan membaca dan belajar dari generasi ke generasi. Menurutnya, perubahan ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi perpustakaan dalam menggerakkan masyarakat, khususnya kaum muda, untuk tetap rajin membaca.

“Selama tiga tahun terakhir, tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia masih menempati peringkat 70 dari 80 negara. Hal ini sangat memprihatinkan, terutama ketika pemuda Indonesia tidak suka membaca. Padahal, kegemaran membaca berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis yang sangat penting dalam mendapatkan pekerjaan,” ujar Hasintya.

Hasintya menekankan pentingnya keberadaan perpustakaan, termasuk Perpustakaan Pemuda PTB Kemenpora, dalam upaya meningkatkan literasi. Beragam inovasi dilakukan PTB, seperti diskusi buku setiap akhir bulan dan program “Kencan Buta.”

“Kencan Buta adalah program di mana perpustakaan menyediakan buku yang dapat di pinjam secara ‘buta’ dengan membungkus beberapa buku pilihan dan menuliskan kata-kata kunci deskriptif pada bungkusnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman membaca yang menarik dan mendorong pemuda untuk membaca buku berkualitas yang kurang populer,” jelas Hasintya.

Hardika Dwi Hermawan, narasumber kedua, membahas masa depan perpustakaan dan cara menarik minat generasi Z dalam transformasi digital perpustakaan.

“Kita perlu memahami bagaimana menjembatani generasi Z dengan transformasi digital perpustakaan, menciptakan ruang-ruang yang inklusif dan kolaboratif, serta praktik-praktik perpustakaan yang baik,” ungkap Hardika.

Menurut Hardika, perpustakaan saat ini bukan sekadar ruang fisik dan koleksi sumber data, melainkan memainkan peran penting dalam mendukung tujuan riset, layanan komunitas, dan pendidikan yang lebih tinggi.

“Misi perpustakaan seharusnya berkaitan dengan universitas dan komunitas yang mereka layani. Oleh karena itu, kita perlu mengubah perpustakaan dari sekadar bangunan menjadi lingkungan, dari koleksi menjadi pengalaman hidup, dan dari ruang menjadi komunitas,” tambah Hardika.

Hardika menyambut baik inisiatif PTB Kemenpora RI dalam menggelar Bincang Literasi dan berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dengan diskusi dan tema yang relevan untuk mendorong peran anak muda dalam akselerasi perpustakaan.

“Kegiatan ini luar biasa, menunjukkan bahwa perpustakaan bisa menjadi ruang percepatan inovasi pemuda. Semoga acara ini terus berlanjut dan anak muda menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi Indonesia,” harap Hardika.

Bincang Literasi Kemenpora RI edisi ketujuh ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah. Plh Kepala Biro Humas dan Umum Kemenpora RI, Indra Jayaatmaja, turut hadir dalam acara ini.

(Hendi/red)