JENDELAPUSPITA – Pramoedya Ananta Toer dikenal sebagai seorang sastrawan besar Indonesia. Banyak karya-karyanya yang fenomenal sehingga ia dikenal sebagai sastrawan yang sangat produktif. Namun sebagian besar hidupnya ia habiskan di penjara karena dituduh sebagai pendukung partai komunis karena menjadi ketua LEKRA.

Nama asli dari Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer. Pramoedya mulai bersekolah di Sekolah Institut Boedi Utomo di Blora di bawah bimbingan ayahnya yang bekerja sebagai guru di sana, tapi tercatat bahwa Pram beberapa kali tidak naik kelas. Tamat dari Boedi utomo, ia kemudian bersekolah di Sekolah Teknik Radio Surabaya selama 1,5 tahun.

Pada tahun 1942, Pramoedya kemudian berangkat ke Jakarta dan bekerja sebagai tukang ketik di Kantor berita Jepang bernama ‘Domei’ pada saat masa kependudukan jepang di Indonesia. Sambil bekerja, Pramoedya juga mengikuti pendidikan di Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara antara tahun 1942 higga 1943.

Memasuki tahun 1979 pada bulan desember, Pramoedya akhirnya dibebaskan karena ia tidak tebukti terlibat dalam gerakan G30S/PKI namun ia tetap menjadi tahanan rumah oleh pemerintahan Soeharto hingga tahun 1992 dan kemudian naik menjadi tahanan kota hingga tahanan negara hingga tahun 1999.

Meskipun sudah masuk masa tua, Pramoedya tetap aktif menulis. Hingga pada tanggal 30 april 2006, Pramoedya Ananta Toer akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal di usia 81 tahun. Pramoedya Ananta Toer kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *