SMPN 3 Campaka Raih Prestasi di FL2SN Kabupaten Purwakarta 2024 Melalui Tari Guligah

JENDELAPUSPITA – SMPN 3 Campaka kembali menorehkan prestasi di bidang seni pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) Tingkat Kabupaten Purwakarta Tahun 2024. Setelah meraih juara tahun lalu melalui Tari Menong, tahun ini SMPN 3 Campaka kembali meraih prestasi melalui Tari Guligah. Pada bulan Juli nanti, mereka akan mewakili Kabupaten Purwakarta di lomba tingkat provinsi.

Tari Guligah, yang di ciptakan oleh Indah Ayu Lestari, pelatih tari SMPN 3 Campaka. Berawal dari Peraturan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta mengenai penguatan karakter peserta didik dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keresahan terhadap pola hidup dan budaya nyampah di tengah masyarakat.

“Tarian ini adalah gambaran keresahan akan pencemaran lingkungan, terutama di lingkungan sekolah dan masyarakat. Banyak yang belum paham dan sadar akan bahaya sampah yang di buang sembarangan. Jadi, tari ini di ciptakan untuk mengajak masyarakat, terutama peserta didik, untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,” ungkap Indah, Senin (24/06/2024).

Proses kreativitas gerakan tari di buat dalam waktu satu bulan. Dan setelah melalui seleksi, terpilihlah Syifa, Neneng, dan Nurul sebagai penarinya. Tari Guligah merupakan proses kreativitas yang menggabungkan gerakan seni, pendidikan karakter, serta program Tatanen di Bale Atikan SMPN 3 Campaka. Sarana pendukung tarian pun di ciptakan sendiri oleh peserta didik, seperti bunga dari botol mineral, tempat sampah dari plastik, dan lukisan.

Banyak makna terkandung dalam setiap gerakan Tari Guligah. Gerakan awal menggambarkan asap, yang bermakna bahwa asap dari sampah yang di bakar dapat mencemari lingkungan. Ada pula gerakan yang menggambarkan kumpulan sampah plastik sehingga terjadi penumpukan sampah. Di akhir tarian, terdapat lukisan yang terbuat dari sampah dan bunga dari botol air mineral, menggambarkan bahwa sampah bisa di buat menjadi karya seni.

Kepala SMPN 3 Campaka, Hj. Ihat Solihat, mengatakan melalui tarian ini di harapkan dapat mengedukasi peserta didik dan masyarakat. Untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan. Selain itu, tarian ini juga sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan Disdik Purwakarta.

“Tarian ini di buat sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan Dinas Pendidikan. Khususnya program TdBA, dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi yang terbebas dari sampah plastik sehingga tetap asri dan nyaman,” kata Hj. Ihat.

“Jangan sampai peserta didik sebagai pewaris bumi di masa yang akan datang tidak merasakan indahnya keasrian lingkungan tempat tinggalnya dan menjadikan buang sampah sembarangan sebagai budaya yang selalu mereka saksikan saat ini. Oleh karena itu, perlu di lakukan upaya penyadaran dan kepedulian terhadap bahaya sampah plastik bagi kehidupan, salah satunya melalui Tari Guligah,” tambahnya.

Komitmen dan konsistensi civitas akademika SMPN 3 Campaka dalam mengatasi sampah plastik di harapkan dapat melahirkan generasi berkarakter yang memiliki kesadaran hidup ekologis. Kesadaran ini di dasari pemahaman bahwa manusia merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkungan alam. Jika lingkungan tetap terjaga dan terpelihara, maka kehidupan manusia akan selamat dan bahagia. Sebaliknya, jika lingkungan rusak dan tercemar, maka kehidupan manusia pun akan rusak dan binasa.

(Hendi/red)