Strategi Jitu Menyunting Naskah Cerita Anak

JENDELAPUSPITA – Setelah mengadakan webinar pertama pada Minggu, 19 Mei 2024, dengan judul Strategi Jitu Membuat Cerita Anak yang Berkesan dan Disukai Anak-Anak, Jendela Puspita kembali melanjutkan kegiatan webinarnya yang kedua dengan judul Strategi Jitu Menyunting Naskah Cerita Anak. Acara daring ini kembali di isi langsung oleh Pembina Jendela Puspita Siska Puspita Dewi dan Koordinator Program Iffah Tsabita Ihsani. Sementara Guru SMK Negeri 1 Cianjur Erni Wardani bertindak sebagai moderator.

Siska Puspita Dewi, selaku juga Direktur Jendela Puspita, menjelaskan webinar ini di adakan tujuannya adalah peserta tertarik menjadi penulis cerita anak, peserta memahami teknik menyunting cerita naskah anak, peserta memahami konsep manajemen karangan, peserta memahami strategi menambah/mengurangi jumlah naskah agar naskahnya sesuai dengan ketentuan penerbit, dan peserta mampu menulis cerita anak dengan baik sesuai ketentuan penerbit/penyelenggara lomba/tim.

“Setelah menulis naskah, seringkali ada banyak pertanyaan dalam diri kita, seperti apakah cerita kita sudah bagus atau belum, bagaimana cara mengedit atau merapikannya, apakah naskah kita sudah sesuai atau masih ada yang kurang, apakah mesti di perbaiki atau tidak, dan segudang pertanyaan lainnya.” Tutur Siska Puspita Dewi.

Strategi Jitu Menyunting Naskah Cerita Anak

Dari pertanyaan-pertanyaan itulah, Jendela Puspita memilih topik tentang strategi jitu menyunting naskah cerita anak. Hal tersebut adalah hal wajar yang di hadapi oleh para penulis, tapi bisa di atasi dengan membaca ulang lagi naskahnya dengan melakukan self editing atau menyunting naskahnya sendiri.

Selain materi tentang Strategi Jitu Menyunting Naskah Cerita Anak. Jendela Puspita mengajak langsung para peserta webinar untuk terjun langsung menulis naskah cerita anak dalam buku Aku Rajin Baca Doa. Program menulis ini di komandoi oleh Iffah Tsabita Ihsani sebagai Koordinator Program. Dalam webinar ia menuturkan bahwa masih banyak kesempatan untuk bergabung dalam kelas menulis ini.

“Bagi Bapak atau Ibu yang tertarik menulis dalam buku ini bisa langsung menghubungi saya agar bisa di data. Banyak sekali benefit yang di dapatkan penulis dalam buku ini. Seperti sertifikat 32 JP yang di tandatangani Dinas Pendidikan, surat keterangan penulis, dan masih banyak lagi.” Ungkap Tsabita.

Jumlah peserta yang hadir dalam webinar ini mencapai 150 peserta. Banyak peserta yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Garut, Cianjur, Palembang, Ketapang, dan sebagainya. Jendela Puspita berharap dapat menjaring 100-120 penulis dalam buku Aku Rajin Baca Doa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *