JENDELAPUSPITA – Musim penghujan telah tiba, membawa risiko peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan kita. Selain banjir, DBD juga merupakan ancaman serius yang perlu diwaspadai.

Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, dapat menyerang siapa saja dari segala usia. Gejala DBD meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta kelelahan. Kasus parah bahkan dapat menyebabkan pendarahan hebat dan syok, yang mengancam nyawa.

Tanda-tanda penting yang harus diperhatikan adalah fase demam, yang terdiri dari tiga fase: fase pertama dengan demam tinggi, fase kritis dengan penurunan demam yang mendadak, dan fase pemulihan dengan kembalinya demam serta pemulihan trombosit yang lambat.

Untuk mencegah penularan DBD, penting untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan prinsip 3M Plus: menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang-barang yang dapat menampung air hujan, serta mengambil langkah-langkah tambahan untuk mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.

Langkah-langkah tambahan tersebut meliputi memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kasa di lubang ventilasi, menggunakan repellent atau lotion anti nyamuk, tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai, memasang ovitrap, lavitrap, atau mosquito trap, serta melakukan larvasidasi di tempat-tempat yang sulit dikuras atau ditutup.

Dengan kesadaran dan tindakan preventif yang tepat, kita dapat bersama-sama melindungi diri dan lingkungan kita dari ancaman DBD selama musim penghujan ini. (Hendi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *