JENDELAPUSPITA – Apakah kamu mau tahu? Aku di kejar domba di Cimory Dairyland Puncak Bogor. Aku ke sini bersama Eyang, Ayah, Ibu, adik Omar, adik Rayi, dan Bude. Perjalananku dimulai ketika libur semester akhir tahun.
Dari Pekanbaru, kami menuju Jakarta menaiki pesawat dan di lanjut menggunakan mobil. Sepanjang jalan, aku melihat penjual buah, air minum dan makanan dari ketan bernama gemblong. Kami membeli gemblong untuk bekal di perjalanan.
Sesampainya di sana, aku melihat banyak hewan di sana mulai dari kuda poni, bebek, angsa, kambing, domba, dan burung. Mereka semua berada di kandang yang aman.
Ada hal menarik yang membuatku teringat selalu, yaitu ketika aku memberi makan dan dikejar domba berwarna putih. Aku tidak menyadari bila domba itu ternyata mengejar makanan yang sedang kupegang.
“Aaa!” teriakku sambil berlari ketakutan.
Untungnya Ibu melihatku dan segera mengambil makanan yang kupegang.
Domba pun memakan wortel yang dipegang Ibu. Wah, bikin kaget saja! Usai memberi makan domba, aku menaiki traktor. Biasanya, traktor hanya ada di kawasan pertanian, tetapi di sini aku bisa menaikinya.
Kami menaiki traktor, kecuali Ayah. Ia menunggu di tempat pertama kami naik. Traktor memutari tempat ternak sapi dan kandang domba. Dari atas traktor, aku melihat anak sapi yang diberi susu.
“Masya Allah, indah sekali ciptaan-Nya,” gumamku.
Wisata dilanjutkan dengan memberi makan kuda poni yang lucu. Setelah itu, aku menaiki kuda poni berwarna cokelat bersama adik Rayi. Ingin rasanya membawa pulang ke rumah.
Kemudian kami mengunjungi tempat seperti negeri Belanda. Aku melihat kincir angin dan orang yang memakai baju seperti di negeri Belanda. Bajunya unik, bagus dan ada topinya. Aku hanya melihat baju itu di pakai oleh perempuan.
Sebelum pulang, kami mencari penjual balon yang bisa di bentuk hewan, tetapi sayang tidak menemukan. Akhirnya kami membeli oleh-oleh berupa bolu, cokelat, dan susu.
Tante membelikanku magnet berbentuk kotak susu yang bisa di tempelkan di kulkas. Puas berkeliling, kami pun pulang karena hari juga sudah sore.
(Adifa Zahrana Kinanti Anggoro/red)

