JENDELAPUSPITAHai teman-teman salih dan salihah! Pernah, nggak, sih, kalian mendengar orang tua berkata, “Ayo masuk rumah! Ini sudah Magrib, tidak boleh berada di luar!”. Pasti kalian sering, ‘kan, mendengar seperti itu. Kalau sudah begitu, dalam hati kalian pasti kesal sekali ketika masih asyik bermain, orang tua kita sudah menyuruh untuk masuk ke dalam rumah. Namun, kalian tahu tidak mengapa hal itu dilarang?

Yuk, kita cari tahu dulu! Jadi, begini, ya, saat menjelang Magrib, cahaya matahari yang awalnya bersinar terang, mulai hilang dan keadaan menjadi remang-remang. Nah, di waktu itu, penglihatan menjadi kita tidak jelas. Kita bisa saja tersandung, di gigit nyamuk, atau tersesat karena suasana mulai gelap. Selain itu, akan banyak serangga dan hewan keluar di waktu senja atau Magrib. Jadi, lebih aman kalau kita berada di dalam rumah.

Selain itu, kita juga akan mendapat pahala karena sudah mengikuti anjuran Rasulullah Saw. Sebab, Rasulullah Saw pernah menasihati anak-anak untuk tidak keluar rumah di waktu Magrib.

Dalam Hadis di sebutkan, “Apabila malam datang (waktu Magrib), tahanlah anak-anakmu, karena setan sedang betebaran saat itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa waktu Magrib adalah waktu saat keluarnya makhuk halus seperti setan dan jin. Sebagian besar ulama sepakat bahwa waktu Maghrib adalah saat setan dan jin berpencar dengan jumlah yang sangat banyak. Pergerakan mereka menjadi lebih leluasa saat malam hari.

Kita juga bisa lupa bahwa harus menunaikan salat Magrib atau pergi mengaji. Sebab, nak-anak dinilai lebih rentan diganggu oleh setan, terutama jika mereka berada di luar rumah saat waktu tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya kita segera pulang, menutup pintu, menyalakan lampu, lalu bersiap salat Magrib. Setelah itu, kita bisa mengaji, makan malam bersama, belajar mengerjakan tugas sekolah, dan berdoa agar Allah selalu melindungi keluarga kita dari gangguan setan atau jin.

Jadi, sekarang kalian tahu, ‘kan, kita tidak boleh keluar rumah saat Magrib bukan karena menakut-nakuti, tapi agar kita aman, sehat, dan mendapat pahala serta berkah dari Allah.

Ditulis oleh:

Resmi Kurniasari, seorang guru asal Bogor, Jawa Barat.