JENDELAPUSPITAHalo, teman-teman semua yang dirahmati Allah! Apakah kalian pernah menyaksikan seseorang meninggal dunia? Ketika seseorang meninggal, maka jenazah akan dikubur di pemakaman.

Mengapa, ya, Islam mengajarkan kita untuk mengubur atau memakamkan orang yang sudah meninggal? Dan mengapa tidak dibakar (kremasi) saja? Ternyata, ini ada jawabannya, lho!

Dalam Al-Qur’an surat Taha ayat 55, Allah berfirman:

Dari bumi (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.

Jadi, manusia diciptakan oleh Allah dari tanah, dan kita pun akan dikembalikan ke tanah ketika meninggal.

Rasulullah juga bersabda dalam hadisnya, “Mematahkan tulang mayat seperti mematahkan tulangnya saat hidup. (HR. Abu Daud)

Hiks… kalau mematahkan tulang saja tidak boleh, apalagi membakar (kremasi) mayat, ya? Pastinya api jauh lebih menyakitkan, bukan?

Maka dari itu, Islam mengajarkan kita untuk memperlakukan mayat dengan lemah lembut, salah satunya dengan menguburkan ke dalam tanah. Menguburkan mayat juga termasuk ke dalam 4 hak mayat yang harus dipenuhi, lho!

Apa saja keempat hak mayat itu?

  1. Dimandikan
  2. Dikafankan
  3. Disalatkan
  4. Dikuburkan

Dalam waktu 24 jam, jenazah akan mengalami pembusukan. Pembusukan terjadi karena dua proses alami, yaitu autolisis dan aktivitas bakteri. Autolisis adalah proses ketika sel-sel dalam tubuh hancur karena tidak ada oksigen dan nutrisi yang masuk. Bakteri dalam tubuh juga terus berkembang biak karena sistem pertahanan tubuh tidak bekerja.

Akhirnya, mayat mengeluarkan gas dan cairan berbau busuk. Kuman dan bakteri dari dalam mayat pun bisa menyebar lewat udara. Maka dari itu, mayat harus segera dikubur supaya tidak menyebarkan penyakit.

Selain itu, juga untuk menghindari adanya gangguan binatang buas (yang datang karena mencium bau busuk tersebut). Islam memang selalu mengajak kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, ya!

Menguburkan jenazah juga bertujuan sebagai pengingat kematian. Sebab, hidup ini hanya sementara. Dunia dan seisinya tidak abadi, dan hanya Allah-lah yang Maha Kekal. Jadi, yuk, kita perbanyak amal kebaikan untuk bekal di akhirat nanti!

Ditulis oleh:

Iffah Tsabita Ihsani, ilustrator asal Bekasi, Jawa Barat.