JENDELAPUSPITAAssalamu’alaikum, sobat cilik! Pernahkah kalian bertanya, “Mengapa, ya, kita tidak bisa melihat Allah? Padahal Allah selalu melihat kita, mendengar doa kita, dan tahu semua yang kita lakukan.”

Coba bayangkan begini. Kalau kita melihat matahari saja, mata kita bisa silau sekali, bahkan tidak kuat menatapnya lama-lama. Nah, kalau cahaya matahari saja begitu terang, bagaimana dengan Allah yang Maha Besar? Pasti mata kita yang kecil dan lemah ini tidak akan sanggup.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, tetapi Dia dapat melihat segala penglihatan itu.” (QS. Al-An’am: 103)

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam juga bersabda: “Kalian tidak akan bisa melihat Rabb kalian sampai kalian meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Sobat cilik, kata kuncinya ada pada kalimat “Allahu Akbar” yang kita ucapkan saat salat. Artinya Allah Maha Besar. Allah begitu besar dan agung, sampai tidak bisa dibayangkan oleh akal kita.

Sekarang coba pikirkan, bumi tempat kita tinggal ini, kalau dibandingkan dengan langit pertama, hanya seperti cincin kecil yang jatuh di padang pasir luas. Masih ada langit kedua, ketiga, sampai ketujuh. Semua bintang, planet, dan galaksi yang besar-besar itu masih ada di langit pertama saja. Subhanallah, betapa besarnya Allah yang menciptakan semua itu!

Itu sebabnya, kita tidak bisa melihat Allah sekarang. Tapi tenang, ada kabar gembira, lho! Di surga nanti, Allah memberikan hadiah yang paling indah untuk orang-orang beriman, yaitu bisa melihat Allah langsung.

Keren sekali, kan? Jadi, tugas kita sekarang adalah rajin shalat, berbakti kepada orang tua, berbuat baik, serta menaati Allah dan Rasul-Nya. Supaya suatu hari kita termasuk orang yang bisa mendapatkan hadiah terindah itu.

Wah, membayangkannya saja sudah membuat hati kita bahagia, ya! Jadi, yuk kita perbanyak amal kebaikan, supaya kelak Allah memberikan hadiah terindah itu kepada kita.

Nah, sobat cilik, kalau melihat bintang di langit saja sudah membuat kita kagum, kira-kira bagaimana ya rasanya kalau nanti kita bisa melihat Allah?

Ditulis oleh:

Hanesty Almaida, seorang ibu rumah tangga asal Bandung, Jawa Barat.