JENDELAPUSPITA – Di sebuah kolam yang tenang hiduplah keluarga kodok. Mereka hidup rukun dan sederhana. Di antara mereka ada seekor anak kodok besar yang dipanggil Big Boss. Tubuhnya besar dan ia merasa dirinya paling pintar. Sayangnya, Big Boss sering bersikap sombong.
Ayah dan ibunya yang baik hati sering menasihatinya.
“Anakku, jangan sombong. Jadilah kodok yang rendah hati supaya punya banyak teman,” kata ayahnya dengan lembut.
Namun Big Boss jarang mau mendengarkan.
Suatu hari Big Boss berjalan-jalan ke padang rumput yang luas dan hijau. Rumputnya segar, dan banyak hewan sedang makan di sana. Ada kambing, sapi, dan juga kerbau besar.
Saat Big Boss melompat-lompat di rumput, tiba-tiba seekor kerbau hampir menginjaknya.
“Wah! Hampir saja aku celaka!” teriak Big Boss sambil melompat menjauh dengan panik.
Ia segera pulang ke kolam dan mengadu kepada orang tuanya.
“Ayah! Ibu! Kerbau besar itu mau menginjakku! Ia pasti ingin membunuhku!” katanya dengan marah.
Ayah dan ibunya saling berpandangan.
“Mungkin kerbau itu tidak melihatmu, Nak. Tubuhmu kecil dibandingkan kakinya yang besar. Yang penting kamu selamat,” kata ibunya dengan sabar.
Namun Big Boss tidak mau percaya. Ia tetap marah dan merasa kerbau itu sengaja ingin mencelakakannya.
Big Boss kembali ke padang rumput. Ia memberi tahu semua hewan kecil bahwa kerbau itu berbahaya.
“Ayo kita serang kerbau itu!” ajaknya.
Tetapi tidak ada hewan yang mau ikut. Mereka tahu kerbau itu sebenarnya tidak jahat.
Big Boss semakin kesal. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya kuat. Ia mulai menggembungkan tubuhnya sebesar-besarnya.
“Hentikan, Big Boss! Itu berbahaya!” teriak ayah dan ibunya yang datang menyusul.
Namun Big Boss tidak mendengarkan. Ia terus menggembungkan perutnya.
Tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit. Napasnya menjadi sesak. Tubuhnya pun lemas dan jatuh di rumput.
Saat itu Big Boss akhirnya sadar. Kesombongannya membuat dirinya sendiri celaka.
Dengan malu ia berkata pelan, “Ayah, Ibu… aku menyesal. Aku seharusnya mendengarkan nasihat kalian.”
Sejak hari itu, Big Boss berusaha berubah menjadi kodok yang lebih rendah hati dan baik kepada semua teman.
Ditulis oleh:
Hj. Setiawati, Guru SDN 014 Tanah Grogot, asal Kab. Paser, Kalimantan Timur

