Nyamuk Kecil Pemberani

JENDELAPUSPITA – Malam hari yang cerah, sekelompok nyamuk kecil sedang bermain di balik dinding rumah. Mereka beterbangan sambil bernyanyi dan menari dengan riang. Namun tiba-tiba, seekor cicak besar bernama Meto muncul dari celah dinding.

“Asyik! Kalian akan menjadi makan malam lezatku!” teriak Meto bersemangat. Nyamuk-nyamuk kecil itu pun langsung ketakutan. Karena takut, nyamuk-nyamuk kecil itu pun berhamburan terbang menjauh dari tempat itu.

Keesokan harinya, mereka berkumpul kembali untuk bermain. Kali ini mereka sengaja terbang sangat jauh sekali. Hingga akhirnya, mereka pun menemukan tempat yang menurut mereka aman.

Di tempat baru, mereka pun kembali bernyanyi dan bermain bersama. Tetapi saat mereka sedang asyik bermain, tiba-tiba Meto datang lagi.

“Hai! Kita ketemu lagi! Ini masih daerah kekuasaanku, lho!” seringai Meto menyeramkan. Nyamuk-nyamuk kecil kembali merasa ketakutan sekaligus kesal karena terus terganggu.

“Kita pergi dulu saja,” bisik Moso kepada teman-temannya. “Kalau dia masih mengganggu kita lagi, kita lawan bersama-sama.”

Mereka pun terbang pergi untuk kedua kalinya dan mencari tempat yang lebih tersembunyi. Akhirnya mereka menemukan tempat yang sangat jauh dan tenang.

“Di sini pasti aman!” kata Moso dengan yakin.

Nyamuk-nyamuk kecil kembali bermain dengan riang. Mereka menyanyi, menari, dan beterbangan dengan gembira. Ketika mereka sedang bermain lagi, Meto tiba-tiba muncul.

“Hei, ketemu lagi! Saatnya kalian menjadi santapanku kali ini,” teriak Meto yang langsung mengejar sekawanan nyamuk itu.

“Kita harus memberi pelajaran!” teriak Moso menyemangati kawan-kawannya. Dengan gerakan lincah, Moso langsung melemparkan bola debu ke mata Meto. Meto pun bergerak tak beraturan karena matanya kesakitan dan tertutup debu.

“Ayo, kita tusuk dia bersama-sama!” kata Yammy memberi komando.

Akhirnya, mereka pun menyerang Meto bersama-sama. Mereka menusuk tubuh Meto dari berbagai arah hingga tubuh Meto bentol-bentol.

“Ampun! Ampun!” teriak Meto sambil kesakitan. “Aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi!”

Akhirnya Moso dan teman-temannya menghentikan serangannya.

“Jangan karena tubuh kami kecil, kau bertingkah laku seenaknya!” kata Moso.

“Walau kami lemah tetapi bila kami berjuang bersama, kau pun pasti kalah!” tambah Yammy.

Sejak saat itu, Meto sudah tidak berani menggaggu lagi. Para nyamuk pun bisa bermain dengan senang tanpa rasa ketakutan lagi.

SUWARNI
SUWARNI
Guru SMP PGRI 1 Kota Bogor