JENDELAPUSPITA – Assalamu’alaikum, teman-teman Salih dan Saliha! Pernahkah kamu mendengar kata mukjizat? Mukjizat adalah sesuatu yang sangat luar biasa, yang tidak mungkin dilakukan manusia biasa. Mukjizat hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Allah swt. Nah, mukjizat itu hanya diberikan kepada Nabi dan Rasul. Kira-kira mengapa, ya? Yuk, kita pelajari bersama!
Tugas Mulia Sebagai Utusan Allah
Nabi dan Rasul punya tugas besar, yaitu menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia. Supaya orang yakin bahwa mereka benar-benar utusan Allah, maka Allah memberikan mukjizat sebagai bukti.
Menjawab Penolakan
Pada zaman dahulu, banyak orang tidak percaya kepada Nabi. Mereka berkata, “Kalau benar engkau utusan Allah, tunjukkan buktinya!” Maka Allah memberi mukjizat. Dalam QS. Al-Hadid ayat 25 disebutkan: “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata.”
Contohnya, Nabi Isa mampu berbicara saat masih bayi, menyembuhkan orang sakit, bahkan menghidupkan orang mati dengan izin Allah SWT (QS. Ali Imran ayat 46–49). MasyaAllah, luar biasa sekali!
Bukan Milik Pribadi Nabi dan Rasul
Mukjizat bukanlah hadiah untuk berbangga diri. Mukjizat adalah tanda kebesaran Allah. Nabi dan Rasul tetap manusia biasa yang harus beribadah, beriman, dan tunduk kepada Allah.
Membantu Dakwah
Mukjizat membuat dakwah para Nabi lebih mudah diterima. Orang-orang yang menyaksikan mukjizat akan berkata, “Ini pasti kekuasaan Allah!” Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an. Sampai sekarang, Al-Qur’an tetap terjaga keasliannya dan menjadi pedoman hidup seluruh umat Islam.
Kesimpulan
Mukjizat hanya diberikan kepada Nabi dan Rasul karena tugas mereka sangat berat. Mukjizat menjadi bukti kebenaran risalah sekaligus tanda kekuasaan Allah SWT.
Teman-teman, mari kita semakin cinta kepada Nabi dan Rasul dengan mengikuti ajaran mereka. Semoga kita selalu taat kepada Allah dan bisa mengambil pelajaran dari mukjizat yang Allah tunjukkan melalui para utusan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Ditulis oleh:
ETIK DWI SULISTIYOWATI, S.Sos., Guru SMA Negeri 1 Bukateja dan Penulis, asal Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah.

