JENDELAPUSPITA – Assalamu’alaikum, teman-teman! Kalian pasti sudah pernah belajar tentang Rukun Iman, bukan? Rukun Iman kelima adalah iman kepada hari pembalasan. Setelah mati nanti ada kehidupan abadi di akhirat. Bagi orang yang berbuat baik selama hidup di dunia, ia akan masuk surga. Sebaliknya, bagi yang banyak berbuat buruk akan masuk neraka. Lalu, mengapa Allah menciptakan surga dan neraka?
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, serta sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih hingga ususnya terpotong-potong?” (QS. Muhammad: 15).
Dalam ayat ini dijelaskan keindahan surga, di mana terdapat sungai-sungai dengan berbagai jenis air yang enak diminum.
Rasulullah SAW juga bersabda, “Di surga ada lautan susu, lautan air, lautan madu, dan lautan khamr, kemudian mengalirlah sungai-sungai dari lautan-lautan itu.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi). Di sana juga ada buah-buahan yang beraneka ragam, semuanya halal dan nikmat untuk para penghuninya yang telah diampuni Allah SWT.
Sementara itu, neraka digambarkan sebagai tempat penuh api yang sangat panas. Minuman para penghuninya adalah air mendidih yang dapat merobek usus. Mereka akan kekal di dalamnya. Neraka disediakan bagi orang-orang kafir dan yang berbuat kerusakan di dunia.
Wah, surga terdengar indah sekali, ya, teman-teman? Tentunya kita semua ingin masuk surga. Adapun neraka adalah tempat kembali yang buruk, dan kita tentu tidak ingin memasukinya.
Kesimpulan
Allah menciptakan surga dan neraka sebagai bukti kasih sayang dan keadilan-Nya. Dengan adanya surga dan neraka, manusia akan bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. Jika tidak ada surga dan neraka, maka orang mungkin akan berbuat semaunya. Karena itu, iman kepada hari pembalasan harus menjadi semangat bagi kita untuk selalu berbuat baik.

