JENDELAPUSPITA – KH. Ahmad Rifa’I Arief seorang Kiai perintis dan pendiri pondok pesantren Daar el-Qolam, Pondok Pesantren La Tansa, Pondok Sakinah La Lahwa, serta sekolah Tinggi ilmu Ekonomi atau Sekolah Agama Islam La Tansa Mashiro. Beliau lahir 30 Desember 1942 dan Wafat 16 Juni ayahnya merupakan seorang guru agama pada Madrasah Masyariqul Anwar, yang terletak di kampung pasir gintung. Oleh sebab itulah RIfa’I dibesarkan dalam lingkungan yang sarat dengan nila-nilai agama. beliau delapan bersaudara dimata adik-adiknya, Rifa’I menjadi teladan, karenanya beliau sangat disayangi dan dihormati oleh mereka.
Kiprah dan Perjuangan
Dimulai Pendidikan dasar disebut “Sekolah Rakyat” dikampung sumur bandung, balaraja. Disekolah tersebut beliau belajar tiga tahun saja. Setelah tamat Madrasah Masyariqul Anwar tahun 1958, belajar dipondok modern Darussalam Gontor. Pondok ini mempunyai system klasikal ilmu agama dan mengajarkan pengetahuan umum seperti Bahasa arab dan Bahasa inggris, beliau dikenal santri rajin dan pandai berpidato. Selama tujuh tahun menjadi santri beliau dilantik oleh kiainya sebagai ustadz. Setelah mengabdi kurang lebih dua tahun Kembali kerumah karna permintaan sang ayah untuk mendirikan Pondok Pesantren mereka berkumpul membahas system metode pembelajaran.
Akhir Hayat
Beliau meninggal pada 15 Juni 1997 pada umur 54 Tahun yang belum terlampau tua, walaupun Rifa’I telah meninggal Pondok Pesantren Daar el- Qolam dan La Tansa tidak boleh mati, ia masi hidup dengan sistemnya bukan dengan kiainya”. Beliau menajdi kiai yang berwibawa, kharismatik, tawadu, disiplin, dan diteladani oleh adiknya, anaknya, santrinya dan seluruh masyarakat sekitar.

Ditulis Ulang oleh Annida Fathiyyah merupakan mahasiswa aktif, pada tingkat satu di Universitas Esa Unggul dengan latar belakang pendidikan program studi Hubungan Masyarakat. Penulis merupakan kelahiran Tangerang belajar dan mengembangkan karier karier dimasa depan.

