JENDELAPUSPITA – Kita sering dapat pertanyaan atau malah nanya sendiri kalau ada di tempat baru. Pertanyaannya begini, “Arah kiblatnya ke mana, ya?” Pertanyaan ini biasanya keluar dari orang yang mau salat.
Mengapa, sih, pertanyaan itu sering muncul? Bahkan orang yang sudah tahu arah kiblat pun masih suka bertanya lagi buat memastikan. Sebenarnya, salat itu bukan cuma menghadap kiblat, tapi menghadap kakbah. Kakbah itu jadi kiblat kita.
Lalu, mengapa salat harus menghadap kakbah? Jawabannya karena ini perintah Allah, jadi syarat sahnya salat, simbol persatuan umat Islam, dan juga buat melatih kita supaya khusyuk. Selain itu, kakbah juga dibangun oleh Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As, jadi dengan menghadap ke sana kita ikut mengenang perjuangan mereka, sekaligus menghormati Nabi Muhammad Saw.
Secara umum, alasan salat menghadap kakbah adalah:
- Perintah Allah dan bukti taat.
- Syarat sah salat.
- Simbol persatuan umat Islam.
- Melatih khusyuk dan fokus.
- Mengenang Nabi Ibrahim dan Ismail.
- Menghormati Nabi Muhammad Saw.
- Tanda ketulusan dan ikhlas.
Di dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 144 menjelaskan tentang perintah ini:
“Sungguh Kami sering melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”
“Kakbah adalah kiblat bagi penghuni Masjidil Haram. Adapun Masjidil Haram adalah kiblat bagi penduduk tanah Haram. Sedangkan tanah Haram adalah kiblat bagi penduduk bumi, baik yang ada di Timur maupun Barat dari umatku.” Para ulama sepakat bahwa orang yang dapat melihat dan mengetahui arah Ka’bah dengan pasti harus menghadap langsung kepadanya. Jika ia shalat tidak menghadap Ka’bah meskipun mengetahui arahnya, maka shalatnya dianggap tidak sah dan wajib diulangi.
Kalau dalam kondisi tertentu, misalnya lagi di perjalanan naik mobil atau pesawat, salat bisa dilakukan sesuai arah kendaraan. Jadi nggak harus lurus tepat ke kakbah karena posisi kendaraan pasti belok-belok mengikuti jalan.
Wah, dalam hal seputar arah salat pun, ternyata juga diatur dalam Islam, ya. Nah, ketika teman-teman mau salat, jangan lupa untuk selalu menghadap ke arah kiblat, yaitu kakbah! Takbir! Allahu Akbar!
Ditulis oleh:
Ranem, seorang guru, asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Barat.

