JENDELAPUSPITA – Bagi aktor Ringgo Agus Rahman, rambut bukan sekadar bagian dari penampilan. Dalam pekerjaannya sebagai aktor, kondisi rambut juga dapat memengaruhi proses membangun karakter.
Setelah menjalani transplantasi rambut pertama sekitar tiga tahun lalu, Ringgo kembali menjalani prosedur tahap kedua di Farmanina Hair & Aesthetic Clinic pada Agustus 2026.
Menariknya, tindakan kedua tersebut bukan karena hasil transplantasi sebelumnya gagal. Prosedur lanjutan memang telah direncanakan sejak awal dengan mempertimbangkan kondisi rambut dan ketersediaan area donor Ringgo.
Dokter yang menangani Ringgo, dr. Cintawati Farmanina, M.Biomed (AAM), menjelaskan bahwa pada tindakan pertama fokus utama diarahkan pada area hairline, bekas luka, serta bagian crown yang mengalami penipisan.
“Pada tindakan pertama, prioritas kami adalah memperbaiki area hairline, menutup bekas luka, serta mengisi area crown yang mengalami penipisan,” jelas dr. Cintawati.
Menurutnya, jumlah folikel donor yang tersedia saat itu terbatas, sementara area yang membutuhkan penanganan cukup luas. Karena itu, prosedur dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh tetap terlihat natural sekaligus mempertahankan kondisi area donor.
Dilakukan Bertahap
Transplantasi rambut tidak selalu harus dilakukan sekaligus. Kondisi area donor menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhitungkan dokter sebelum menentukan tindakan.
Setelah prosedur pertama, Ringgo menjalani sejumlah perawatan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas area donor. Setelah sekitar tiga tahun dan melalui evaluasi, area donor dinilai siap untuk kembali menjalani prosedur.
Pada tahap kedua ini, Ringgo menggunakan teknik DHI (Direct Hair Implantation).
“Pendekatannya memang bertahap. Kami ingin memastikan kualitas donor tetap terjaga sehingga kepadatan rambut dapat ditingkatkan secara optimal tanpa mengorbankan hasil jangka panjang,” ujar dr. Cintawati.
Pilih Menjalani Prosedur di Indonesia
Ringgo juga memilih tetap menjalani prosedur transplantasi rambut di Indonesia. Pertimbangannya bukan semata soal lokasi, tetapi juga pengalaman orang-orang di sekitarnya.
Ia mengaku melihat sejumlah rekan sesama artis yang menjalani transplantasi rambut di Indonesia dan mendapatkan hasil yang menurutnya baik.
“Saya melihat banyak teman-teman artis yang hasil transplantasinya bagus dan mereka mengerjakannya di Indonesia. Itu yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih klinik,” kata Ringgo.
Kemudahan kontrol dan after care juga menjadi pertimbangan. Menurutnya, transplantasi rambut membutuhkan proses karena hasil pertumbuhan rambut tidak dapat terlihat secara instan.
Rambut Jadi Bagian dari Pekerjaan
Sebagai aktor, Ringgo melihat kondisi rambut sebagai salah satu bagian dari pekerjaannya. Rambut yang terlihat lebih penuh dan natural menurutnya dapat memberikan lebih banyak pilihan ketika harus membangun karakter.
Dengan kondisi rambut yang lebih baik, ia tidak harus selalu mengandalkan wig atau penataan tertentu untuk menyesuaikan penampilan dengan kebutuhan peran.
“Buat saya, rambut itu juga bagian dari pekerjaan. Kalau kondisinya lebih baik, saya jadi punya lebih banyak pilihan untuk membangun karakter,” ujar Ringgo.
Minat terhadap transplantasi rambut juga disebut terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya figur publik, masyarakat umum semakin terbuka terhadap prosedur tersebut sebagai pilihan untuk mengatasi kerontokan dan penipisan rambut.
Farmanina Hair & Aesthetic Clinic mencatat permintaan terhadap prosedur transplantasi rambut meningkat empat kali lipat sepanjang periode 2023–2026 berdasarkan data internal klinik.
Dr. Cintawati mengatakan perkembangan teknologi serta meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penampilan dan kondisi rambut membuat transplantasi rambut semakin dipandang sebagai salah satu pilihan untuk menangani kerontokan dan penipisan rambut.
Bagi Ringgo, keputusan menjalani prosedur tersebut pada akhirnya merupakan bagian dari investasi untuk kariernya. Ia berharap rambut yang semakin rapat dan natural seiring proses pertumbuhan dapat memberinya ruang lebih luas untuk mengeksplorasi berbagai karakter dalam proyek film maupun serial mendatang.
(Hendi)

