Jawab Tantangan AI, SMU Dirikan Entitas Baru di Indonesia

JENDELAPUSPITA – Singapore Management University (SMU) secara resmi telah mendirikan entitas tersendiri, PT SMU International Indonesia (SMU Indonesia), yang menandai komitmen strategis jangka panjang untuk memperkuat pengembangan dan daya saing SDM Indonesia di era disrupsi teknologi yang kian cepat.

SMU Indonesia bertekad menjembatani dunia akademik, industri, serta pemerintah, dan membangun kemitraan guna mengembangkan keterampilan masa depan bagi kalangan eksekutif di berbagai sektor yang terus berkembang. Sektor-sektor tersebut di antaranya perbankan dan keuangan, sumber daya alam, pertambangan, energi, telekomunikasi dan infrastruktur, logistik, serta transportasi.

Langkah ini menegaskan keyakinan SMU bahwa penguatan SDM di Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, merupakan kebutuhan sekaligus peluang regional. Dengan kehadiran sebagai entitas bisnis berupa Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia, SMU dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan mitra dan pemangku kepentingan lokal.

Mendukung Agenda Triple Readiness bagi SDM Indonesia

Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia telah mengidentifikasi konsep triple readiness bagi kesiapan tenaga kerja, di mana keterampilan teknis, digital, dan keterampilan dasar harus berkembang secara selaras pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan percepatan upaya digitalisasi sistem pendidikan tinggi di Indonesia, dengan pemanfaatan AI guna meningkatkan kapasitas tenaga kerja.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan urgensi tersebut. Sepertiga pekerja muda masih bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, sementara tingkat pengangguran usia muda mencapai lebih dari dua kali rata-rata nasional. Setiap tahun, sekitar 3,5 juta lulusan baru masuk ke pasar lapangan kerja, yang menambah tekanan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

SMU Indonesia hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut dengan memperluas program kolaboratif, yang menghubungkan para lulusan dengan kebutuhan nyata industri, baik di Indonesia maupun Singapura.

Merespon hal tersebut, Prof. Lily Kong, Presiden Singapore Management University, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam momen yang cukup signifikan. “Kekuatan sumber daya manusia Indonesia akan menjadi penentu arah transformasi ekonominya. Di SMU, kami meyakini bahwa perguruan tinggi, perlu melangkah lebih jauh dari peran konvensional demi menjadi mitra strategis dalam membangun kompetensi SDM.

Hadirnya SMU Indonesia sebagai bagian dari jaringan SMU, mencerminkan komitmen jangka panjang yang kuat terhadap visi tersebut. Melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, industri, dan mitra akademik, SMU tidak hanya merespons kesenjangan keterampilan yang ada, tetapi juga bersama-sama membangun SDM yang adaptif, berkembang, dan berkiprah secara global.

“Dalam upaya tersebut, kami berharap dapat berkontribusi secara nyata terhadap agenda triple readiness Indonesia, dengan mendukung pengembangan tenaga kerja yang tidak hanya unggul secara teknis dan cakap digital, tetapi juga memiliki kemampuan humanis yang akan tetap relevan di era maraknya penggunaan AI,” tambah Prof. Lily.

Dari institusi akademik menjadi mitra pengembangan SDM

Transformasi SMU Indonesia menjadi entitas tersendiri, mencerminkan keyakinan SMU terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia, sekaligus membuka ruang untuk keterlibatan yang lebih luas dalam pelatihan berbasis kebutuhan pasar, riset terapan, dan pendidikan bagi kalangan eksekutif.

Langkah ini juga memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan institusi terkemuka, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Inisiatif Unggulan yang Meningkatkan Relevansi Tenaga Kerja

SMU Indonesia menerapkan model pendidikan yang tercermin dalam program berikut:

  • Transformasi tenaga kerja berbasis AI

Program-program yang dijalankan melalui inisiatif Resilience and Workforce Transformation (ResWORK) dari SMU, mengkaji bagaimana disrupsi AI mengubah lanskap pekerjaan anak muda serta kebutuhan keterampilan di berbagai industri.

  • Penguatan daya dan inovasi perkotaan

Kolaborasi dengan Jakarta Smart City mendukung pengembangan SDM dalam solusi perkotaan berbasis digital serta perencanaan kota berkelanjutan.

  • Pembelajaran terintegrasi dengan industri

Kemitraan dengan sektor perbankan, energi, dan sumber daya alam mendorong pengembangan kurikulum yang selaras dengan dinamika peran kerja yang terus berkembang.

  • Kolaborasi SDM lintas-negara
    Program pertukaran dan pembelajaran berbasis pengalaman, termasuk inisiatif Global Ready Talent dan Global Summer Programme, guna meningkatkan kesiapan dan daya saing lulusan di Indonesia dan Singapura.

Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKR sekaligus Ketua SMU International Advisory Council (IAC) Indonesia, menambahkan bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi kesenjangan keterampilan, diantaranya dalam bidang data science, AI, keamanan siber, serta komputasi awan. “Hal ini kerap menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan talenta bagi perusahaan digital yang tumbuh pesat. Saya berharap kehadiran SMU Indonesia dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi, sektor swasta, dan pemerintah, sekaligus membantu menjawab tantangan tenaga kerja serta mendorong pembangunan ekonomi masa depan yang lebih tangguh,” ujar Haryanto.

Seiring pesatnya digitalisasi dan transformasi industri di Indonesia, SMU Indonesia menghadirkan platform untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Inisiatif ini juga memperkuat integrasi talenta antara Indonesia dan Singapura, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pengembangan tenaga kerja, melampaui fungsi tradisionalnya sebagai penyedia pendidikan.

(Camy)