JENDELAPUSPITA – Halo, teman-teman! Pernahkah kalian melihat makanan tersisa di piring setelah makan? Atau mungkin kalian sendiri pernah menyisakan makanan? Yuk, kita belajar bersama mengapa kita tidak boleh menyisakan makanan.
Makanan adalah sesuatu yang kita makan untuk mendapatkan nutrisi. Nutrisi sangat penting bagi tubuh kita. Dengan makanan, tubuh kita bisa tumbuh, memiliki tenaga, dan tetap sehat. Makanan juga membantu kita belajar, bermain, dan beribadah dengan baik.
Tahukah kalian? Makanan adalah hadiah yang sangat berharga dari Allah SWT. Makanan bisa diibaratkan seperti bensin pada mobil atau baterai pada robot. Tanpa makanan, tubuh kita akan lemas dan tidak punya tenaga.
Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk makan dengan baik dan tidak menyisakan makanan. Mengapa, ya?
Rasulullah SAW pernah mengajarkan bahwa kita tidak pernah tahu di bagian makanan yang mana terdapat berkah dari Allah. Bisa saja berkah itu ada pada butir nasi yang kita sisakan. Karena itu, kita dianjurkan untuk menghabiskan makanan yang ada di piring kita.
Selain itu, menyisakan makanan dan membuangnya disebut mubazir. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 27 bahwa orang yang suka mubazir adalah teman setan. Tentu kita tidak ingin menjadi teman setan, bukan? Kita ingin menjadi anak saleh yang disayang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Menghabiskan makanan juga mengajarkan kita untuk bersyukur. Saat kita memiliki makanan, ingatlah bahwa masih banyak orang di luar sana yang tidak memiliki cukup makanan. Ada anak-anak yang harus menahan lapar setiap hari.
Rasulullah SAW sangat menghargai makanan. Beliau selalu makan sampai bersih. Bahkan jika ada makanan yang jatuh, beliau akan mengambilnya, membersihkannya, lalu memakannya karena beliau tahu bahwa makanan adalah nikmat dari Allah.
Yuk, kita biasakan hal baik ini:
1. Ambil makanan secukupnya.
2. Habiskan makanan di piring.
3. Ucapkan “Bismillah” sebelum makan dan “Alhamdulillah” setelah selesai.
Dengan begitu, kita menjadi anak yang bersyukur, tidak mubazir, dan selalu disayang Allah SWT.
Ditulis oleh:
AINI MARDIYAH, seorang Kepala TK AR-ROJA asal Kabupaten Garut, Jawa Barat.

