JENDELAPUSPITA – Di sebuah ecopark pinggir kota, terlihat Wowon si tawon besar sedang bermanuver. Ia memperlihatkan kemahiran terbangnya, disertai suara gemuruh dari sayapnya bak pesawat tempur di angkasa. Sementara itu, temannya bersorak mengelu-elukannya.

“Ayo Won, terbang lebih cepat!” seru Bella, si belalang betina dengan mata berbinar penuh kekaguman. Merasa disanjung Wowon pun semakin bangga.

Saat Wowon hendak bermanuver lagi, Wowon melihat ulat kecil berjalan perlahan di daun jeruk. “Hei ulat kecil, lamban sekali jalanmu, lihat kami bisa terbang dengan cepat, dong! Mana bisa kamu melakukannya!” seru Wowon dengan congkak.

“Wowon! Kamu tidak boleh seperti itu!” ujar Bella menasehati.

Namun Wowon tidak peduli. Wowon justru usil menusuk-nusuk ulat kecil itu dengan sengatnya. Wowon juga membunyikan kepakan sayapnya dengan keras, “Buzzzz… buzzzz…!”

Ulat kecil pun semakin takut. Ulat kecil berpegangan erat pada batang daun jeruk. “Wowon!” pekik Bella mengingatkan.

Hari demi hari Wowon selalu mengganggu ulat kecil itu. Hingga suatu hari, Wowon tidak menemukan ulat kecil di tempat biasanya. Wowon hanya menemukan gulungan kecoklatan tergantung di balik daun.

“Kemana, ya, ulat kecil itu, Bella? Padahal, seru sekali melihatnya ketakutan dan bersembunyi,” ujar Wowon.

“Aku tidak tahu Won. Kamu, sih, keterlaluan! Kamu selalu mengganggunya,” jawab Bella. “Kasihan ulat kecil itu, jangan-jangan dia terjatuh saat kamu ganggu,” ucap Bella terlihat cemas.

Tiba-tiba dari gulungan coklat yang tergantung di daun, muncullah sepasang sayap berwarna-warni indah keluar dari balik daun. Lalu, kupu-kupu itu pun terbang mengitari mereka. Wowon kaget sekaligus takjub melihat kupu-kupu indah di hadapannya.

“Hai, saya Popi, ulat kecil yang sering kamu ganggu itu, Won.”

Wowon pun terkejut karena tidak menyangka kupu kupu indah itu adalah ulat kecil yang diganggunya. Wowon pun terbang mundur dan tanpa sadar tertusuk duri pohon jeruk di belakangnya. Sayap Wowon tersangkut dan tidak bisa bergerak. “Tolong! Tolong!” rengek Wowon.

Dengan sigap, Popi segera menolong Wowon.

“Hah, kamu masih mau menolongnya! Padahal, dia sudah mengganggumu, Popi!” ucap Bella terheran.

“Iya, dong! Kita semua, kan, berteman,” sahut Popi sambil tersenyum. Wowon pun berterima kasih dan berjanji tidak akan usil lagi.

Ditulis oleh:

Mira Irmawati, seorang guru SMP An-Nahl Islamic School asal Kab. Bogor, Jawa Barat.