JENDELAPUSPITASiapa di antara kalian yang memakai baju baru dan mendapat THR saat berkunjung ke rumah keluarga atau kerabat? Pastilah itu terjadi ketika Idulfitri atau Iduladha. Lalu, sepenting apa kita merayakan kedua hari besar tersebut?

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i, Nabi Muhammad saw. menerangkan bahwa: “Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik daripada hari-hari itu, yaitu Idulfitri dan Iduladha.” Keduanya menggantikan tradisi jahiliyah dan ditetapkan Allah sebagai hari penuh syukur serta kebahagiaan.

Idulfitri adalah momen penting bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Siapa di antara kalian yang berhasil berpuasa penuh di bulan Ramadan?

Idulfitri menjadi tanda syukur atas kemenangan melawan hawa nafsu, sekaligus sarana memperkuat persaudaraan, silaturahmi, dan menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan syariat. Idulfitri pertama kali dirayakan Nabi Muhammad saw. pada tahun ke-2 Hijriah (624 M), setelah diwajibkannya puasa Ramadan sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

“…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Ayat ini menjelaskan bahwa setelah menunaikan puasa Ramadan, umat Islam diperintahkan bertakbir pada malam dan pagi Idulfitri. Rasulullah juga menekankan pentingnya silaturahmi serta saling memaafkan dengan doa “Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amal kita dan kalian).

Sementara itu, Iduladha sarat dengan makna ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 34:

“…Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka…”

Serta dalam Surat Al Hajj ayat 37: “…Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian…”

Jadi, Idulfitri menekankan rasa syukur dan kemenangan setelah Ramadan, sedangkan Iduladha menekankan ketaatan serta pengorbanan melalui ibadah kurban. Selamat berbahagia di hari raya!

Ditulis oleh:

Taufik Pramudja, pegiat literasi anak asal Surabaya, Jawa Timur.