JENDELAPUSPITA – Di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompetitif, tantangan lulusan muda untuk menembus dunia kerja bukan lagi sekadar masalah ijazah, melainkan kesenjangan keterampilan (skill gap) yang nyata.

Data dari Badan Pusat Statistik mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia masih berada di kisaran 4,85 persen pada 2025. Di sisi lain, lebih dari 30 persen perusahaan di Indonesia mengaku kesulitan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan industri, menegaskan bahwa persoalan utama bukan hanya ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan talenta.

Berdasarkan riset industri dan data dari LinkedIn, lebih dari 75 persen perekrut kini mengandalkan LinkedIn untuk menyaring kandidat, namun faktanya masih banyak lulusan yang belum memiliki personal branding yang memadai.

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesiapan praktis kandidat dalam menghadapi proses rekrutmen, di mana kemampuan komunikasi terstruktur serta kepemilikan dokumen profesional. Seperti CV ATS-friendly, menjadi faktor krusial yang secara signifikan meningkatkan peluang kandidat untuk lolos tahap seleksi awal hingga wawancara.

Menghadapi tantangan tersebut, Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) bersama Jagoan Hosting berkolaborasi dengan SMK Telkom Sidoarjo (Skomda) mengadakan Skomda Career Launch. Program ini memberikan real experience & real company yang dihadirkan memberikan wadah untuk bisa menghasilkan lulusannya yang terserap di dunia kerja.

“Ditambah lagi, peserta akan mendapatkan praktek dan mentoring yang relevan hingga dapat berkonsultasi langsung dengan praktisi,” kata Irfan Rahmad, Direktur Ngalup.co.

Ngalup.co hadir sebagai solusi strategis dalam menjembatani kesenjangan keterampilan (skill gap) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui program mentoring berbasis praktik nyata.

Dalam program ini, siswa dibekali pengembangan profil profesional melalui penyusunan CV ATS-friendly, optimalisasi profil LinkedIn, serta pembuatan portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Selain itu, Ngalup.co juga mengasah soft skill esensial seperti komunikasi, critical thinking, dan problem solving yang menjadi faktor kunci dalam proses rekrutmen,” kata dia.

Disini, kata Irfan, siswa turut mendapatkan pengalaman simulasi wawancara kerja secara langsung dengan pendekatan terstruktur (metode S-T-A-R), sehingga lebih siap dan percaya diri menghadapi seleksi kerja. Melalui rangkaian pembelajaran ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan output nyata yang siap digunakan untuk melamar pekerjaan.

“Dengan pendekatan tersebut, Ngalup.co berperan dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa, memperbesar peluang mereka untuk lebih cepat terserap di dunia industri, serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di tengah persaingan kerja yang semakin ketat,” papar dia.

Kepala SMK Telkom Sidoarjo, M. Abror, S.Hum M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Ia menilai bahwa kolaborasi dengan Ngalup.co menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja yang dinamis.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya program Ngalup.co yang memberikan pembekalan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan industri. Harapannya, melalui kegiatan ini, siswa kami dapat memiliki kepercayaan diri, kompetensi, serta daya saing yang lebih tinggi, sehingga mampu terserap lebih cepat di dunia kerja dan berkontribusi secara nyata,” tandas dia.

(Hendi)