JENDELAPUSPITAAssalamu’alaikum, teman-teman! Pernah nggak, kita ingin masuk ke kamar Bunda atau Ayah karena mau bilang sesuatu, atau mau memberi kejutan? Rasanya pengin langsung masuk saja. Tapi, tahu nggak? Dalam Islam, masuk ke kamar orang tua harus mengetuk pintu dan minta izin dulu ke Ayah dan Bunda, lho! Kira-kira kenapa, ya?

Islam Mengajarkan Anak Jadi Anak yang Sopan

Allah sangat sayang kepada anak-anak. Karena itu, Allah mengajarkan adab yang baik agar kita tumbuh menjadi anak yang sopan dan berakhlak mulia. Salah satunya adalah harus meminta izin sebelum masuk kamar orang tua.

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan juga, lho, kalau ada tiga waktu penting di mana anak harus benar-benar minta izin, yaitu:

  1. Sebelum salat Subuh

  2. Saat waktu tidur siang

  3. Setelah salat Isya

Pada waktu-waktu itu, Bunda dan Ayah biasanya sedang istirahat atau belum berpakaian rapi. Kalau kita masuk tiba-tiba, bisa membuat mereka kaget atau malu.

Rasulullah Mengajarkan Kita Mengetuk Pintu

Nabi Muhammad Saw adalah teladan terbaik bagi kita. Beliau mengajarkan bahwa anak tetap harus minta izin kepada orang tuanya, termasuk kepada ibu. Karena bisa saja kita melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat jika masuk tanpa izin. Maka dari itu, mengetuk pintu itu penting sekali, ya, teman-teman!

Cara Masuk Kamar yang Baik

Kalau kita ingin masuk kamar Bunda atau Ayah, lakukan ini:

  1. Ketuk pintu dengan pelan
  2. Ucapkan salam terlebih dahulu
  3. Tunggu sampai diizinkan masuk

Kalau belum dijawab, tunggu sebentar atau kembali lagi nanti. Itu tanda kita anak yang sabar dan sopan.

Anak Hebat Itu Anak yang Beradab

Mengetuk pintu sebelum masuk menunjukkan bahwa kita:

1. Menghormati Bunda dan Ayah

2. Menjaga perasaan mereka

3. Mengamalkan ajaran Islam

Walaupun kelihatannya sederhana, kebiasaan ini sangat disukai Allah. Nah, mulai sekarang, yuk, kita biasakan ketuk pintu dan minta izin sebelum masuk kamar orang tua. Dengan begitu, kita menjadi anak yang sopan, berakhlak baik, dan disayang Bunda, Ayah, serta Allah SWT.

Ditulis oleh:

Eka Suparmika, S.Pd.,
seorang 
Pengajar di SDN 1 Jayagiri,
asal
Bandung Barat, Jawa Barat.