JENDELAPUSPITA – Upaya mengurangi limbah plastik sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan mulai didorong dari lingkungan sekolah. Revibes meresmikan Collection Point di MTsN 36 Jakarta Barat sebagai bagian dari gerakan ekonomi sirkular berbasis teknologi yang melibatkan siswa dan komunitas sekolah.
Peresmian yang digelar pada Kamis (17/9/2026) tersebut menjadi kelanjutan kolaborasi Revibes dengan MTsN 36 Jakarta yang telah terjalin sejak 2025 melalui program “Revibes Presenting the Gift of Sight”. Sebelumnya, program tersebut berfokus pada isu kesehatan mata dan peningkatan kualitas pendidikan.
Kali ini, kolaborasi diperluas dengan mengintegrasikan kepedulian lingkungan, literasi, dan manfaat sosial melalui pemanfaatan aplikasi Revibes.
Founder Revibes Carissa Handrian mengatakan, kolaborasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dibangun melalui komitmen yang konsisten.
“Kolaborasi yang berkelanjutan seperti inilah yang menjadi bukti bahwa perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari komitmen yang konsisten,” ujar Carissa.
Menurutnya, konsep bakti sosial berkelanjutan diwujudkan melalui keterlibatan pengguna aplikasi Revibes di lingkungan MTsN 36.
Melalui aplikasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan akses informasi dan literasi finansial melalui fitur daily news, tetapi juga memperoleh Revibes Points yang dapat ditukarkan dengan kebutuhan sehari-hari.
“Dengan cara ini, kepedulian terhadap lingkungan dan manfaat nyata bagi siswa berjalan beriringan,” katanya.
Limbah Plastik Menjadi Bagian dari Ekonomi Sirkular
Peresmian Collection Point menjadi bagian penting dari penerapan konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang diusung Revibes.
Melalui sistem tersebut, limbah plastik rumah tangga tidak semata-mata dipandang sebagai sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Limbah yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, komunitas, penelitian, maupun pengembangan sains.
Saat ini, Collection Point Revibes telah hadir di sejumlah lokasi di Jakarta dan Tangerang. Kehadiran titik pengumpulan di MTsN 36 diharapkan menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah berbasis partisipasi masyarakat yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah.
Carissa mengatakan, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan teladan kepada siswa dan masyarakat mengenai pentingnya mengubah cara pandang terhadap limbah.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan teladan dan sekaligus menginspirasi bahwa limbah plastik rumah tangga di Indonesia, khususnya di Jakarta, tidak harus berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir. Sebaliknya, limbah tersebut dapat mendanai program-program komunitas dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian dan sains,” tutur Carissa.
Ia menambahkan, gerakan tersebut sekaligus menjadi upaya membuat penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pengelolaan limbah, lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Bersama dengan Gerakan Revibes, kita berkontribusi untuk mengurangi tumpukan limbah di tempat pembuangan akhir, sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Siswa Tukarkan Revibes Points dengan Sembako
Selain meresmikan Collection Point, Revibes memberikan apresiasi kepada para pengguna aktif aplikasi di MTsN 36 dengan memberikan kesempatan menukarkan Revibes Points dengan sembako.
Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan Revibes yang menggabungkan aktivitas sosial dengan teknologi digital.
Aplikasi Revibes juga menyediakan fitur daily news snaps yang menghadirkan informasi seputar ekonomi, finansial, dan keberlanjutan atau sustainability.
Carissa memberikan apresiasi kepada para siswa dan OSIS MTsN 36 yang turut berkomitmen dalam mewujudkan Collection Point di lingkungan sekolah.
“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para pelopor gerakan Revibes di MTsN 36, yaitu para active users kita. Semoga ke depannya semakin banyak siswa yang terlibat, sehingga manfaat dari kegiatan bakti sosial berkelanjutan ini dapat dirasakan lebih luas,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran guru dan siswa serta pihak yang berperan dalam mengoordinasikan kegiatan, termasuk Mardiah Hayati, S.Pd., selaku kepala Revibes cabang MTsN 36.
Revibes berharap peresmian Collection Point tersebut menjadi awal dari berbagai program kolaboratif berikutnya di bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan ekonomi sirkular, Revibes ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar pengelolaan limbah dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sekaligus menghasilkan manfaat sosial yang lebih luas.
(Hendi)

