ABU RAYHAN MUHAMMAD AL-BIRUNI

JENDELAPUSPITA – Abu Rayhan Muhammad ibnu Ahmad Al-Biruni, lebih dikenal dengan nama Al-Biruni. Ia lahir pada tahun 973 di Kath, disebuah aliran sungai oxus, khawarizm (Uzbekistan). Al-Biruni merupakan seorang ilmuwan sepanjang sejarah, beliau juga merupakan sarjana muslim pertama yang mempelajari dan mengkaji tentang sejarah, budaya, bahasa, dan tradisi brahmikal di India.

Sejak kecil, Al-Biruni menyukai hal-hal tentang Astronomi dan Matematika. Ia mempelajari ilmu ilmu tersebut dari para guru-guru besar pada saat itu, termasuk Abu Nasr Mansur. Ia juga tertarik dalam banyak ilmu dibidang pengetahuan sehingga dijuluki ‘Ustadz fil ulum’ atau guru ilmu pengetahuan oleh para pelajar baik muslim ataupun nonmuslim. Al-Biruni juga sangat fasih dalam berbahasa Sansekerta, Yunani, Ibrani, dan Suryani, beliau menggunakan bahasa bahasa tersebut untuk menerjemahkan buku-buku ciptaannya.

KIPRAH DALAM ILMU PENGETAHUAN

Al-Biruni bukan hanya menekuni pada bidang astronomi dan matematika saja, ia juga menekuni dalam bidang kefarmasian. Ia melakukan penelitian secara menyeluruh tentang berbagai tumbuhan obat dan metode pengobatan yang telah dilakukan di zamannya. Al-Biruni memaparkan berbagai tumbuhan obat yang dapat digunakan dalam metode tradisional, metode ekstraksi, dan formulasi obat-obatan herbal pada zamannya.

Al-Biruni memiliki kontribusi yang besar dalam perkembangan ilmu farmasi di era modern ini, seperti penggunaan metode experimental dalam penelitian farmasi dengan melakukan uji coba dan observasi dengan sistematis untuk menguji keefektivitasan dan efek samping dari penggunaan obat-obatan.

Al-Biruni juga mengembangkan metode pengukuran untuk mengukur dosis obat yang diperlukan tepat untuk digunakan, dengan menggunakan teknik pengukuran dan pembobotan yang digunakan dalam ilmu farmasi.

PENCAPAIAN DAN JASA BESAR

Al-Biruni merupakan salah satu tokoh ilmuwan yang memiliki jasa yang sangat besar dalam perkembangan ilmu farmasi modern. Ia banyak membuat karya-karya yang berkaitan dengan ilmu farmasi, seperti kitab as-Saydalah fi ath-Thibb. Kitab as-Saydalah fi ath-Thibb adalah karya Al-Biruni yang menjelaskan tentang berbagai obat-obatan dan peralatan untuk membuat obat-obatan, peran farmasi, tugas apoteker, dan menjelaskan fungsi dari apotek.

Al-Biruni merupakan ilmuwan muslim terbesar disepanjang sejarah, ia berhasil menekuni berbagai bidang ilmu penegtahuan, yang dapat memudahkan perkembangan ilmu pengetahuan di zaman sekarang. Al-Biruni mendapatkan julukan ‘Bapak Farmasi Islam’ saat ia selesai menuliskan karyanya yaitu kitab as-Saydalah ath-Tibb. Di buku tersebut Ia melakukan penelitian pada sebab-sebab penyakit dan penyembuhannya menggunakan obat yang dibuat dari tumbuhan atau hewan.

Al-Biruni juga mendapatkan julukan ‘Bapak geodesi’ karena ia mahir dalam membuat peta dunia, ia juga pernah memaparkan koordinat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting diasalnya. Ia juga melakukan penelitian tentang sejarah, budaya, bahasa india yang ia tulis dalam bukunya yaitu, kitab al-Hind sehingga ia dijuluki sebagai ‘Bapak Antropologi’. Al-Biruni menulis lebih dari 150 karya, namun hingga kini spertiga saja dari karya karyanya yang tersisa, dan juga setengah dari karyanya ini belum di edit dan analisa.

AKHIR HAYAT

Al-Biruni wafat di usia sekitar 75 tahun pada 13 Desember 1048 di Ghazna. Al-Biruni namanya diabadikan di kawah bulan untuk dikenang. Ia dikenal sebagai ‘Bapak Geodesi’. Dan ‘antropolog pertama’ di era keemasan islam, yang telah mempelopori metode sains eksperimental dalam ilmu mekanik. Dan Al-Biruni juga tercatat sebagai seorang pelopor psikologi eksperimental.

Davina Nur Humaeroh
Universitas Esa Unggul

Davina Nur Humaeroh, saat ini merupakan seorang mahasiswa yang sedang mengemban studi di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universtas Esa Unggul. Sekarang ia sedang menggeluti hal-hal yang disukainya seperti bermain alat-alat musik.