Ramadan empat belas empat tujuh
Hadir mengetuk jiwa nan rapuh
Tapaki jejak khilaf saat ditempuh
Pada-Mu Pencipta hamba bersimpuh
Ramadan setiap saat hadir
Pada hamba tertutup tabir
Tak ingin jauh tersingkir
Belaian rindu untaian zikir
Ramadan bukan sekadar melintas
Waktu berputar tanpa batas
Di balik dinding kian terkelupas
Tangan lemah kasih berbelas
Ramadan diturunkan kitab Alquran
Tiada sedikitpun terbias keraguan
Benteng dari bisikan setan
Pedoman hamba menapaki kehidupan
Ramadan bersulam zakat fitrah
Infak sedekah nominal rupiah
Sucikan dari jiwa serakah
Hindarkan segala bentuk musibah
Iktikaf sejenak saat Ramadan
Di dalam masjid baca Alquran
Zikir istighfar hamba lafaskan
Terasa jiwa penuh kedamaian
Sepuluh terakhir Ramadan tafakur
Keheningan malam tiada tertidur
Istighfar terlantun laksana busur
Tertuju di jiwa selalu bersyukur
Ramadan hendak sampaikan pesan
Pada hamba sebagai insan
Di ujung waktu terus berjalan
Bertemu malam seribu bulan
Lailatul Qadar penuh untaian
Zikir ibadah malam Ramadan
Segala doa hamba munajahkan
Mohon ampunan kepada Tuhan
Medan, 17 Ramadan 1447 Hijriyah/7 Maret 2026 Masehi
JENDELAPUSPITA – Puisi ini ditulis oleh Ali Arief Kusas, S.Pd., seorang guru SMA yang berdomisili di Medan, Sumatra Utara.

